Halaman

    Social Items

unit usaha beras sehat PD BWI (c) foto : ndramayungeblog.blogspot.com

PD BWI merupakan salah satu BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) Kabupaten Indramayu yang bergerak dalam beberapa bidang unit usaha yang ada. Salah satunya ialah memproduksi beras sehat yang merupakan beras asli Indramayu yang diberi nama Beras Tiga Tungku dan Beras Pulen BWI. Bidang  unit usaha lainnya yang digeluti oleh PD BWI ialah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE), Penjualan pupuk, Batching Plant (Jasa Pengecoran), Dan agen gas elpiji.

PD BWI beberapa tahun belakangan ini terus berbenah diri dalam berbagai hal termasuk dalam pengelolaan keuangannya. Jika sebelumnya PD BWI sempat disorot karena selalu mengalami kerugian, kini bisnis dari PD BWI mulai berkembang dan mampu mendatangkan keuntungan hingga Rp 1 Miliar.

Keuntungan tersebut diraih pada bulan Juli 2018 yang melibatkan semua unit usaha yang dikelola oleh PD BWI. dan nilai laba yang didapat oleh PD BWI  pada bulan Juli 2018 tersebut mencapai Rp 1,009,825,266.00.

Selain dari unit usaha yang dikelola, keuntungan juga didapat PD BWI dari anak perusahaannya, yaitu PT Mitra Bumdes Indramayu yang bergerak dibidang jual beli gabah dan beras serta jual beli telur ayam negeri dengan total keuntungan yang diraih sebesar Rp 409,877,650.00.

Keuntungan terbesar yang didapat oleh PD BWI didapat dari unit usaha produksi berasnya. Saat ini, PD BWI baru bisa memproduksi beras sebanyak 600 sampai 2000 Ton perbulannya, Oleh karena itu, PD BWI menggandeng 25 tempat penggilingan padi (Heler) untuk memenuhi kebutuhan konsumen sebanyak 1.400 Ton beras dan untuk memperbanyak kapasitas produksi beras dari PD BWI.

Namun, baru sebanyak 20 Tempat penggilingan padi (Heler) yang telah membuat kontrak perjanjian dengan PD BWI untuk memenuhi kebutuhan beras kepada konsumen yang tidak hanya berasal dari dalam Indramayu, melainkan di beberapa daerah di Jawa Barat seperti Subang, Cirebon dan Bandung. Bahkan beras andalan dari PD BWI sudah sampai hingga ke Jakarta dan provinsi lainnya.

Dalam Satu Bulan, PD BWI Raih Laba Rp 1 Miliar

ALJUNI
unit usaha beras sehat PD BWI (c) foto : ndramayungeblog.blogspot.com

PD BWI merupakan salah satu BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) Kabupaten Indramayu yang bergerak dalam beberapa bidang unit usaha yang ada. Salah satunya ialah memproduksi beras sehat yang merupakan beras asli Indramayu yang diberi nama Beras Tiga Tungku dan Beras Pulen BWI. Bidang  unit usaha lainnya yang digeluti oleh PD BWI ialah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE), Penjualan pupuk, Batching Plant (Jasa Pengecoran), Dan agen gas elpiji.

PD BWI beberapa tahun belakangan ini terus berbenah diri dalam berbagai hal termasuk dalam pengelolaan keuangannya. Jika sebelumnya PD BWI sempat disorot karena selalu mengalami kerugian, kini bisnis dari PD BWI mulai berkembang dan mampu mendatangkan keuntungan hingga Rp 1 Miliar.

Keuntungan tersebut diraih pada bulan Juli 2018 yang melibatkan semua unit usaha yang dikelola oleh PD BWI. dan nilai laba yang didapat oleh PD BWI  pada bulan Juli 2018 tersebut mencapai Rp 1,009,825,266.00.

Selain dari unit usaha yang dikelola, keuntungan juga didapat PD BWI dari anak perusahaannya, yaitu PT Mitra Bumdes Indramayu yang bergerak dibidang jual beli gabah dan beras serta jual beli telur ayam negeri dengan total keuntungan yang diraih sebesar Rp 409,877,650.00.

Keuntungan terbesar yang didapat oleh PD BWI didapat dari unit usaha produksi berasnya. Saat ini, PD BWI baru bisa memproduksi beras sebanyak 600 sampai 2000 Ton perbulannya, Oleh karena itu, PD BWI menggandeng 25 tempat penggilingan padi (Heler) untuk memenuhi kebutuhan konsumen sebanyak 1.400 Ton beras dan untuk memperbanyak kapasitas produksi beras dari PD BWI.

Namun, baru sebanyak 20 Tempat penggilingan padi (Heler) yang telah membuat kontrak perjanjian dengan PD BWI untuk memenuhi kebutuhan beras kepada konsumen yang tidak hanya berasal dari dalam Indramayu, melainkan di beberapa daerah di Jawa Barat seperti Subang, Cirebon dan Bandung. Bahkan beras andalan dari PD BWI sudah sampai hingga ke Jakarta dan provinsi lainnya.

Tidak ada komentar